LDII

PC LDII Banjar Perdalam Pembinaan Generasi Penerus Melalui Kajian Al-Qur’an

Banjar (21/2). Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Banjar, Saifudin Abdul Kohar, memperdalam kajian Al-Qur’an pada Kamis (20/2) untuk Generasi Penerus. Kegiatan yang digelar di Masjid Al-Huda, Jl. Gerilya no. 50 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, yang diisi oleh Ustadz Irsyad Royan, pengajar Al-Qur’an yang dikenal luas akan kedalaman ilmunya. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi pengajian rutin yang bertujuan memperkuat pemahaman terhadap kitab suci umat Islam.


Ustadz Irsyad Royan menyampaikan materi secara interaktif, menggali konteks historis dan nilai spiritual dalam Al-Qur’an. “Al-Qur’an bukan hanya bacaan, tetapi pedoman hidup. Memahami tafsirnya membantu kita menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislaman,” ujarnya di hadapan peserta.


Ia menekankan pentingnya menyeimbangkan penghafalan (hifdz) dengan pemahaman mendalam (tafaqquh) agar generasi muda tidak sekadar menghafal teks, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.


Salah seorang peserta, Adlan, mengaku termotivasi untuk lebih giat mempelajari Al-Qur’an. “Selama ini saya hanya fokus pada tajwid. Melalui materi hari ini, saya jadi ingin mendalami makna setiap ayat agar ibadah lebih bermakna,” tuturnya. Antusiasme serupa terlihat dari kegiatan diskusi kelompok, di mana peserta aktif bertanya tentang relevansi ayat-ayat Al-Qur’an dengan isu sosial kekinian.


Ketua Pemuda setempat, Ulya Isnaeni Putra, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menciptakan lingkungan edukatif yang menyenangkan. “Selain materi keagamaan, ada permainan edukatif dan bakti sosial. Tujuannya, membentuk karakter religius sekaligus menumbuhkan kepedulian pada sesama dengan menerapkan 29 karakter, diantaranya, Alim faqih, berahlakul karimah dan Mandiri” paparnya.


Kegiatan yang akan berlangsung rutin dengan melibatkan semua unsur dan berbagai agenda, seperti simulasi kepemimpinan, pelatihan kewirausahaan, dan outbound. Peserta juga akan mengunjungi panti asuhan untuk praktik langsung nilai-nilai sosial dalam Islam. “Kami berharap, melalui kegiatan ini, generasi muda LDII tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan emosional” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *